Langsung ke konten utama

PCNU Bogor Bahas Wakaf Produktif

PCNU Bogor Bahas Wakaf Produktif

YPI. Al-Kamiliyyah Online_Wakaf sebagai instrument Syariah berpotensi menggerakkan roda perekonomian ummat, persoalah inilah yang dibahas dalam Seminar sehari Sosialisasi Undang-Undang Wakaf yang diselenggarakan PCNU Kabupaten Bogor bekerjasaama dengan Kementrian Agama Republik Indonesia.
“Wakaf bukan sekedar penambahan nilai asset, namun lebih dari itu wakaf hendaknya dikelola secara produktif tanpa mengurangi nilai pokoknya” ujar Romdoni, Ketua PCNU Kabupaten Bogor. “Bahkan hendaknya Wakaf bisa dirasakan nilai manfaatnya secara luas oleh umat,bukan sekedar komunitas tertentu saja”imbuhnya.

Dalam perspektif konstitusi wakaf, kasubdit Penyuluhan dan kerjasama Wakaf Direktorat Pemberdayaan Wakaf-Ditjen Bimas Islam, Muhajir Algadri mengatakan bahwa wakaf berfungsi mewujudkan potensi dan manfaat ekonomis harta benda wakaf untuk kepentingan ibadah dan memajukan kesejahteraan umum “bahkan dalam perkembangannya Wakaf Uang saat ini sedang tren, gagasan Wakaf uang ini telah digulirkan oleh tokoh ekonomi asal Bangladesh Prof.M.A.Manam” tambah Muhajir
Sementara itu Kepala Bidang Pelayanan Perizinan, Badan Perizinan Terpadu Kabupaten Bogor, H.Abdul Aziz mengatakan bahwa bagi masyarakat, Perzinan Bangunan memberikan makna dalam posisinya sebagai Asset dan Menjamin kepastian hukum.
“ Alhamdulillah peserta yang kami undang bisa maksimal,Kami mengundang 40 Pengurus MWC, dan Pengurus Lembaga,Lajnah dan Bonom, Alhamdulillah sekitar 35o orang hadir” kata Abbas Ma’ruf,Ketua Panitia Acara Seminar
Salah satu peserta seminar,Rahmat dari Ciriung Cibinong menanyakan tentang status tanahnya yang ingin ia wakafkan bagaimana proses melakukan proses pewakafan tersebut, dari penjelasan nara sumber ternyata tanah yang ingin dia wakafkan terbentur dengan aturan tataruang kota.
Sosialisasi ini dirasa sangat penting , khususnya bagi warga Nahdliyin dan umumnya untuk masyarakat, bagi kami ini merupakan pencerahan bidang hukum dan aturan-aturan yang berlaku,jelas salah satu peserta Masdiat dari Sukamakmur.
Sekretaris PCNU Kabupaten Bogor, Akhsan Ustadhi, mengatakan PCNU akan meningkatkan intensitas kerjasama dengan kementrian-kementrian yang ada “ Kami siap membantu dan mengawal program-program Pemerintah melalui kerjasama-kerjasama yang langsung bersentuhan dengan Ummat” tegasnya.
Sumber:
http://www.pcnukabbogor.org/berita/273-pcnu-bogor-bahas-wakaf-produktif.html

Postingan populer dari blog ini

Ajengan Nuh Karang Kitab Sunda

Sumber: http://www.nu.or.id Ajengan Nuh Karang Kitab Sunda
Dari tangan Ajengan KH Muhammad Nuh Ad-Dawami Garut, Jawa Barat, mengalir puluhan karya tulis. Umumnya menggunakan bahasa Sunda, tapi ada juga yang berbahasa Arab dan Indonesia. 
Penggunaan abjadnya ada yang berhuruf Latin, umumnya Arab Pegon. Sementara bentuk penulisannya, ada yang naratif, juga nadzom. Secara umum, karya-karya itu bernuansa tasawuf dan tauhid, di samping beberapa kitab fiqih. 
Menurut puteri ketiga Ajengan Nuh, Ai Sadidah, ada sekitar 50 buah. “Setiap bulan puasa, pasti melahirkan karya tulis. Dan kitab itulah yang akan dikaji selama sebulan,” katanya di kediaman Ajengan Nuh, Garut, Senin (11/2) lalu.
Uniknya, karya-karya pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Cisurupan Garut terus itu masih ditulis tangan.

Mbah Salman, Mursyid Bersahaja nan Kharismatik Wafat

Duka masih menggelayuti lingkungan Pesantren Al-Manshur Popongan Tegalgondo Wonosari Klaten. Pengasuh pesantren tersebut, KH M Salman Dahlawi wafat, Selasa (27/8) pukul 17.45 WIB, dalam usia 78 tahun. Kepergiannya membawa duka yang mendalam bagi banyak pihak, khususnya bagi kalangan Jam’iyyah Thariqah
Mbah Salman, begitu dia biasa dipanggil oleh para santrinya, merupakan mursyid Thariqah Naqsabandiyyah-Khalidiyyah. Saat ini, dia juga tercatat menjadi anggota Majelis Ifta’ (Majelis Fatwa) di Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN). Selama hidup beliau juga pernah menjabat sebagai Mustasyar di Nahdlatul Ulama (NU).

Penelitian Arkeolog, Bogor Pusat Peradaban Dunia

Mahasiswa arkeologi dari Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung meneliti Situs Gunung Sodong di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, sebagai kawasan pusat peradaban dunia. “Untuk masalah keilmuan kami serahkan kepada para ahlinya, seperti kawan-kawan dari arkeologi UI dan ITB (untuk membuktikannya), karena kami meyakini Bogor adalah pusat peradaban dunia,” kata Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturachman saat menyambut calon-calon arkeolog muda itu di Cibinong, Senin.