Langsung ke konten utama

Culinary Tips When Travelling In Bogor



Culinary Tips When Travelling In Bogor

Want a culinary tour of Bogor? You can find a variety of delicious food at the Rain City. But remember, there are 5 important things when you are on a culinary tour there.
Bogor, West Java, is not only famous Bogor Botanical Gardens or the Museum of Zoology course. For culinary hunters, Bogor is paradise. In every corner of the city, you can find a wide variety of culinary.
One culinary destination in Bogor is Suryakencana Road. Its location is strategic, not far from Bogor station and in front of the main door of the Bogor Botanical Gardens. Please hunt pickled Bogor, Bogor soup, spiced corn, beer shake, and various other culinary. But first, there are 5 important things to keep in mind.

Here are 5 tips when on a culinary tour Jl Suryakencana, Bogor:

1. Choose your favorite culinary
Home dining and culinary variety that sold the carts lined up along Jl Suryakencana. Diverse menu you can also see. For that, you should specify what you want to taste the culinary.
Do not be sorry to try and miss your target because culinary stomachs distended. Take time to explore the streets first. If the food you seek is in sight, do not forget to read the prayer ya!
2. Do not want to get stuck, walk alone
Jl Suryakencana have two cars with the type of vehicle lane one way street. However, many public transportation and private cars as well as motorcycles, roads are usually jammed. Moreover, while on weekends.
If you do not want to beat the traffic and parking difficulties medapat, you should walk away. You park the car and then scan the Suryakencana Jl. Fun while walking, you can choose a culinary carefully without having to rush.
3. Ask first content of food
These tips are very important for the Muslim traveler. Some restaurants on Jl Suryakencana using pigs as food content. There is a restaurant that writes a warning using a mixture of pork, but there are also some that are not. To that end, please feel free to ask the seller.
4. Prepare an umbrella or jacket
Bogor is known as the City of Rain. Not surprisingly, the rainfall in the city is very high. Therefore, do not be surprised if the rain can happen at any time in Bogor.
If you want a comfortable journey while on a culinary tour Jl Suryakencana, you'll want to set up an umbrella or jacket. You might have to take shelter, but better protect yourself from rain splash. Do not let your rain and wet-basahan. Willing umbrella before it rains ya!
5. Lock the vehicle properly
Along Jl Suryakencana, lots of parking attendants who will show memakirkan spot for your vehicle. Typically, the vehicle will be parked at the roadside. After that, make sure your vehicle is properly locked and add a double lock to avoid things that are not desirable.
That's 5 tips to consider when traveling culinary Suryakencana Jl. Happy holidays in Bogor and menyicipi various culinary delights. Do not forget to buy presents for family at home

Indonesian Version

Tips Saat Berwisata Kuliner Di Bogor

Mau berwisata kuliner di Bogor? Anda dapat menemukan beragam makanan lezat di Kota Hujan tersebut. Tapi ingat, ada 5 hal penting saat Anda berwisata kuliner di sana.

Bogor, Jawa Barat, tidak hanya terkenal dengan Kebun Raya Bogor atau Museum Zoologi saja. Bagi para pemburu kuliner, Bogor adalah surganya. Di tiap sudut kotanya, Anda dapat menemukan berbagai macam kuliner.
Salah satu destinasi kuliner di Bogor adalah Jalan Suryakencana. Letaknya cukup strategis, tak jauh dari Stasiun Bogor dan berada di depan pintu utama Kebun Raya Bogor. Silakan berburu asinan Bogor, soto Bogor, pepes sagu, bir kocok, dan aneka kuliner lainnya. Tapi sebelumnya, ada 5 hal penting yang harus Anda perhatikan.
Berikut 5 tips saat berwisata kuliner di Jl Suryakencana, Bogor:
1. Pilih kuliner kesukaan Anda
Rumah makan dan aneka kuliner yang dijajakan dengan gerobak berderet di sepanjang Jl Suryakencana. Beragam menu pun dapat Anda lihat. Untuk itu, baiknya Anda menetapkan kuliner apa yang mau dicicipi.
Jangan sampai menyesal dan kelewatan untuk mencoba kuliner incaran Anda karena perut kekenyangan. Ambil waktu terlebih dulu untuk menelusuri jalanannya. Jika makanan yang Anda incar sudah di depan mata, jangan lupa baca doa ya!
2. Tidak mau kena macet, jalan kaki saja
Jl Suryakencana memiliki dua jalur kendaraan mobil dengan tipe jalan one way. Tapi, banyaknya angkot dan mobil pribadi serta motor, jalan ini biasanya macet. Apalagi, saat di akhir pekan.
Jika tidak ingin terjebak macet dan kesulitan medapat tempat parkir, baiknya Anda berjalan kaki. Parkirkan kendaraan Anda lalu telusurilah Jl Suryakencana. Asyiknya saat jalan kaki, Anda bisa memilih kuliner secara cermat tanpa harus terburu-buru.
3. Tanya dulu kandungan makanannya
Tips ini sangat penting bagi traveler muslim. Beberapa rumah makan di Jl Suryakencana memakai babi sebagai kandungan makanannya. Ada rumah makan yang menuliskan peringatan memakai campuran babi, tapi ada juga beberapa yang tidak. Untuk itu, jangan ragu bertanya kepada para penjualnya.
4. Siapkan payung atau jaket
Bogor dikenal sebagai Kota Hujan. Tak heran, curah hujan di kota ini sangat tinggi. Oleh sebab itu, jangan heran kalau hujan bisa terjadi kapan saja di Bogor.
Jika perjalanan ingin nyaman saat berwisata kuliner di Jl Suryakencana, ada baiknya Anda menyiapkan payung atau jaket. Anda mungkin bisa saja berteduh, tapi baiknya lindungi diri Anda dari cipratan air hujan. Jangan sampai Anda kehujanan dan basah-basahan. Sedia payung sebelum hujan ya!
5. Kunci kendaraan dengan benar
Di sepanjang Jl Suryakencana, banyak tukang parkir yang akan menunjukan tempat untuk memakirkan kendaraan Anda. Biasanya, kendaraan akan diparkir di pinggir-pinggir jalan. Setelah itu, pastikan kendaraan Anda terkunci dengan benar dan tambahkan kunci ganda agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Itulah 5 tips yang harus diperhatikan saat berwisata kuliner di Jl Suryakencana. Selamat berlibur di Bogor dan menyicipi aneka kulinernya yang nikmat. Jangan lupa beli oleh-oleh untuk keluarga di rumah ya!

Sumber: detik.com

Postingan populer dari blog ini

Ajengan Nuh Karang Kitab Sunda

Sumber: http://www.nu.or.id Ajengan Nuh Karang Kitab Sunda
Dari tangan Ajengan KH Muhammad Nuh Ad-Dawami Garut, Jawa Barat, mengalir puluhan karya tulis. Umumnya menggunakan bahasa Sunda, tapi ada juga yang berbahasa Arab dan Indonesia. 
Penggunaan abjadnya ada yang berhuruf Latin, umumnya Arab Pegon. Sementara bentuk penulisannya, ada yang naratif, juga nadzom. Secara umum, karya-karya itu bernuansa tasawuf dan tauhid, di samping beberapa kitab fiqih. 
Menurut puteri ketiga Ajengan Nuh, Ai Sadidah, ada sekitar 50 buah. “Setiap bulan puasa, pasti melahirkan karya tulis. Dan kitab itulah yang akan dikaji selama sebulan,” katanya di kediaman Ajengan Nuh, Garut, Senin (11/2) lalu.
Uniknya, karya-karya pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Cisurupan Garut terus itu masih ditulis tangan.

Mbah Salman, Mursyid Bersahaja nan Kharismatik Wafat

Duka masih menggelayuti lingkungan Pesantren Al-Manshur Popongan Tegalgondo Wonosari Klaten. Pengasuh pesantren tersebut, KH M Salman Dahlawi wafat, Selasa (27/8) pukul 17.45 WIB, dalam usia 78 tahun. Kepergiannya membawa duka yang mendalam bagi banyak pihak, khususnya bagi kalangan Jam’iyyah Thariqah
Mbah Salman, begitu dia biasa dipanggil oleh para santrinya, merupakan mursyid Thariqah Naqsabandiyyah-Khalidiyyah. Saat ini, dia juga tercatat menjadi anggota Majelis Ifta’ (Majelis Fatwa) di Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN). Selama hidup beliau juga pernah menjabat sebagai Mustasyar di Nahdlatul Ulama (NU).

Penelitian Arkeolog, Bogor Pusat Peradaban Dunia

Mahasiswa arkeologi dari Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung meneliti Situs Gunung Sodong di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, sebagai kawasan pusat peradaban dunia. “Untuk masalah keilmuan kami serahkan kepada para ahlinya, seperti kawan-kawan dari arkeologi UI dan ITB (untuk membuktikannya), karena kami meyakini Bogor adalah pusat peradaban dunia,” kata Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturachman saat menyambut calon-calon arkeolog muda itu di Cibinong, Senin.