Langsung ke konten utama

Call for Kartu Pos Untuk Kota



TENTANG KOTA UNTUK MANUSIA 

Kota untuk Manusia adalah sebuah aksi yang bertujuan untuk pembelajaran bersama dan pembangunan kesadaran bersama tentang upaya untuk mewujudkan ruang kota Yogyakarta agar makin berorientasi kepada manusia. 

Kota untuk Manusia bergerak melalui praktek / kerja-kerja artistik dan non-artistik yang melibatkan partisipasi publik yang terprogram secara berkala. 

Kota untuk Manusia dimotori dan dikelola oleh individu-individu yang merupakan penggiat dari Komunitas-komunitas seni dan pecinta kota Yogyakarta. 



TEMA MARET-JUNI 2013 : TROTOAR

JADWAL PROGRAM (Yang Akan Datang):

1. PUBLIC OPEN CALL "Desain Kaos tentang TROTOAR"
2. PUBLIC OPEN CALL "Kartu Pos untuk Kota"
3. Produksi FILM DOKUMENTER tentang TROTOAR 
4. Diskusi terbuka tentang TROTOAR
5. Pertunjukan Pantomim "TROTOAR" (Sebagai bagian dari Pagelaran Pantomim)
Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta | 30 April 2013 | 19:00 | TIKET : GRATIS
6. Pameran "Kota Untuk Manusia" (Sebagai partisipan dari pameran yang diselenggarakan WEX ARCHITECTURE UGM 2013) | Benteng Vredeburg | 24-26 MEI 2013

Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi media center Kota untuk Manusia di alamat email: cinta@studiomahati.com

silahkan like serta ikuti diskusi kami secara on-line di facebook fanpage 
https://www.facebook.com/pages/Kota-u...

proposal program kami bisa juga didownload di:
https://dl.dropbox.com/u/39104294/Pro...

KOTA UNTUK MANUSIA! MANUSIA UNTUK SESAMANYA!
Mari bergerak bersama, kami tunggu dukungan dan aksi teman-teman semua :D

----------------------------------------­-------------------------------------
Video diproduksi di Studio Mahati
Sutradara & Penyunting Gambar : Timoteus Anggawan Kusno
Kamera : Dwi Kurniawan, Jamaluddin Latif, Frans Apriwan, Timoteus Anggawan Kusno
Musik Tema Kota Untuk Manusia : Gagak Rimang
----------------------------------------­-------------------------------------
kolaborator KOTA UNTUK MANUSIA :
Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Indonesia Documentary Lab (IDOCLAB), WEX Architecture UGM 2013, Dagadu Djokdja, CahayaMata, Komunitas Homeschooling, Jogja Last Friday Ride (JLFR), StudioMahati, Sentra Advokasi Perempuan, Difabel, dan Anak (SAPDA), UrbanCult, Card-to-Post Indonesia.

Postingan populer dari blog ini

Ajengan Nuh Karang Kitab Sunda

Sumber: http://www.nu.or.id Ajengan Nuh Karang Kitab Sunda
Dari tangan Ajengan KH Muhammad Nuh Ad-Dawami Garut, Jawa Barat, mengalir puluhan karya tulis. Umumnya menggunakan bahasa Sunda, tapi ada juga yang berbahasa Arab dan Indonesia. 
Penggunaan abjadnya ada yang berhuruf Latin, umumnya Arab Pegon. Sementara bentuk penulisannya, ada yang naratif, juga nadzom. Secara umum, karya-karya itu bernuansa tasawuf dan tauhid, di samping beberapa kitab fiqih. 
Menurut puteri ketiga Ajengan Nuh, Ai Sadidah, ada sekitar 50 buah. “Setiap bulan puasa, pasti melahirkan karya tulis. Dan kitab itulah yang akan dikaji selama sebulan,” katanya di kediaman Ajengan Nuh, Garut, Senin (11/2) lalu.
Uniknya, karya-karya pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Cisurupan Garut terus itu masih ditulis tangan.

Mbah Salman, Mursyid Bersahaja nan Kharismatik Wafat

Duka masih menggelayuti lingkungan Pesantren Al-Manshur Popongan Tegalgondo Wonosari Klaten. Pengasuh pesantren tersebut, KH M Salman Dahlawi wafat, Selasa (27/8) pukul 17.45 WIB, dalam usia 78 tahun. Kepergiannya membawa duka yang mendalam bagi banyak pihak, khususnya bagi kalangan Jam’iyyah Thariqah
Mbah Salman, begitu dia biasa dipanggil oleh para santrinya, merupakan mursyid Thariqah Naqsabandiyyah-Khalidiyyah. Saat ini, dia juga tercatat menjadi anggota Majelis Ifta’ (Majelis Fatwa) di Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN). Selama hidup beliau juga pernah menjabat sebagai Mustasyar di Nahdlatul Ulama (NU).

Penelitian Arkeolog, Bogor Pusat Peradaban Dunia

Mahasiswa arkeologi dari Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung meneliti Situs Gunung Sodong di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, sebagai kawasan pusat peradaban dunia. “Untuk masalah keilmuan kami serahkan kepada para ahlinya, seperti kawan-kawan dari arkeologi UI dan ITB (untuk membuktikannya), karena kami meyakini Bogor adalah pusat peradaban dunia,” kata Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturachman saat menyambut calon-calon arkeolog muda itu di Cibinong, Senin.