Langsung ke konten utama

LAZISNU akan Terus Bantu Korban Banjir Muaragembong

sumber: http://www.nu.or.id
LAZISNU akan Terus Bantu Korban Banjir Muaragembong


Bekasi, NU Online
Sabtu malam, Posko Kramat Raya 164 yang dipimpin Amir Ma’ruf, Direktur LAZISNU menyalurkan sembako dan kebutuhan balita untuk Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Sembako yang disalurkan itu berupa susu, gula, minyak goreng, mie instan, teh, biskuit, pembalut, pampers, obat-obatan, air mineral, dan lain-lain. Sembako diterima oleh Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Muaragembong Ustad Amirudin. 

“Posko Kramat Raya 164, tidak bisa menyalurkan secara langsung ke lokasi bencana sebab jalanan terputus sejauh 300 meter,” kata Amir Ma’ruf di Jakarta, Senin, (21/01).

Pemberian sembako itu, sambung Amir, dilakukan di sungai Blacan danakan diteruskan dengan dua perahu, perjalanan 40 menit melewati bibir pantai Muarabakti.

Medan ke sana, berat karena terisolir dan belum banyak bantuan yang masuk. Untuk menuju ke kali Blacan saja, dari kota bekasi, harus ditempauh 3 jam, melalui jalan di tepi sungai Bekasi yang kondisinya ada yang banjir, pecah-pecah, amblas.

“Selain sembako pada minggu ini, Posko Kramat Raya 164, akan menggalang pakaian, selimut, dan jaket,” jelasnya. Amir menambahkan penamaan Posko Krmat Raya 164 karena bukan hanya PP LAZISNU, tapi juga mendatangkan relawan sahabat-sahabat PMII, IPNU, IPPNU dan jurnalis NU Online.

"Silakan untuk teman-teman yang ingin jadi relawan, tidak hanya NU, bahkan kami mendapat sumbangan sembako, nasi bungkus, pakaian, jaket, selimut dari orang-orang yang tidak kita kenal sebelumnya. Mereka mengerti posko kita dari mediso sosial, Facebook dan Twitter.

Pada hari ahad, pukul 11.00, semua desa di Kecamatan Muarabakti surut, kecuali Desa Pantaibakti karena desa itu berbatasan langsung dengan bendungan yang jebol. Tapi warga masih tetap mengungsi. Mereka berada di musola-musola, masjid, dan sekolah-sekolah.

Donasi bisa disalurkan melalui LAZIS NU. No Rek BCA 6340161473, MANDIRI 1230004838951, MANDIRI SYARIAH 1280003047, BNI 010.85723.08. Semua atas nama PP LAZIS NU.


Penulis: Abdullah Alawi

Postingan populer dari blog ini

Mbah Salman, Mursyid Bersahaja nan Kharismatik Wafat

Duka masih menggelayuti lingkungan Pesantren Al-Manshur Popongan Tegalgondo Wonosari Klaten. Pengasuh pesantren tersebut, KH M Salman Dahlawi wafat, Selasa (27/8) pukul 17.45 WIB, dalam usia 78 tahun. Kepergiannya membawa duka yang mendalam bagi banyak pihak, khususnya bagi kalangan Jam’iyyah Thariqah
Mbah Salman, begitu dia biasa dipanggil oleh para santrinya, merupakan mursyid Thariqah Naqsabandiyyah-Khalidiyyah. Saat ini, dia juga tercatat menjadi anggota Majelis Ifta’ (Majelis Fatwa) di Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN). Selama hidup beliau juga pernah menjabat sebagai Mustasyar di Nahdlatul Ulama (NU).

Ajengan Nuh Karang Kitab Sunda

Sumber: http://www.nu.or.id Ajengan Nuh Karang Kitab Sunda
Dari tangan Ajengan KH Muhammad Nuh Ad-Dawami Garut, Jawa Barat, mengalir puluhan karya tulis. Umumnya menggunakan bahasa Sunda, tapi ada juga yang berbahasa Arab dan Indonesia. 
Penggunaan abjadnya ada yang berhuruf Latin, umumnya Arab Pegon. Sementara bentuk penulisannya, ada yang naratif, juga nadzom. Secara umum, karya-karya itu bernuansa tasawuf dan tauhid, di samping beberapa kitab fiqih. 
Menurut puteri ketiga Ajengan Nuh, Ai Sadidah, ada sekitar 50 buah. “Setiap bulan puasa, pasti melahirkan karya tulis. Dan kitab itulah yang akan dikaji selama sebulan,” katanya di kediaman Ajengan Nuh, Garut, Senin (11/2) lalu.
Uniknya, karya-karya pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Cisurupan Garut terus itu masih ditulis tangan.

Penelitian Arkeolog, Bogor Pusat Peradaban Dunia

Mahasiswa arkeologi dari Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung meneliti Situs Gunung Sodong di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, sebagai kawasan pusat peradaban dunia. “Untuk masalah keilmuan kami serahkan kepada para ahlinya, seperti kawan-kawan dari arkeologi UI dan ITB (untuk membuktikannya), karena kami meyakini Bogor adalah pusat peradaban dunia,” kata Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturachman saat menyambut calon-calon arkeolog muda itu di Cibinong, Senin.