Langsung ke konten utama

Postingan

Penelitian Arkeolog, Bogor Pusat Peradaban Dunia

Mahasiswa arkeologi dari Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung meneliti  Situs Gunung Sodong di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, sebagai kawasan pusat peradaban dunia. “Untuk masalah keilmuan kami serahkan kepada para ahlinya, seperti kawan-kawan dari arkeologi UI dan ITB (untuk membuktikannya), karena kami meyakini Bogor adalah pusat peradaban dunia,” kata Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturachman saat menyambut calon-calon arkeolog muda itu di Cibinong, Senin.

Call for Kartu Pos Untuk Kota

Kartu Pos Untuk Kota TENTANG KOTA UNTUK MANUSIA  Kota untuk Manusia adalah sebuah aksi yang bertujuan untuk pembelajaran bersama dan pembangunan kesadaran bersama tentang upaya untuk mewujudkan ruang kota Yogyakarta agar makin berorientasi kepada manusia.  Kota untuk Manusia bergerak melalui praktek / kerja-kerja artistik dan non-artistik yang melibatkan partisipasi publik yang terprogram secara berkala.  Kota untuk Manusia dimotori dan dikelola oleh individu-individu yang merupakan penggiat dari Komunitas-komunitas seni dan pecinta kota Yogyakarta. 

Culinary Tips When Travelling In Bogor

Culinary Tips When Travelling In Bogor Want a culinary tour of Bogor? You can find a variety of delicious food at the Rain City. But remember, there are 5 important things when you are on a culinary tour there. Bogor, West Java, is not only famous Bogor Botanical Gardens or the Museum of Zoology course. For culinary hunters, Bogor is paradise. In every corner of the city, you can find a wide variety of culinary. One culinary destination in Bogor is Suryakencana Road. Its location is strategic, not far from Bogor station and in front of the main door of the Bogor Botanical Gardens. Please hunt pickled Bogor, Bogor soup, spiced corn, beer shake, and various other culinary. But first, there are 5 important things to keep in mind. Here are 5 tips when on a culinary tour Jl Suryakencana, Bogor:

Ke Pangandaran, Belum Lengkap Jika Tak ke Pananjung

Wisata Ke Pangandaran, Belum Lengkap Jika Tak ke Pananjung Jika Anda berkesempatan melancong ke Pangandaran, jangan lupa juga untuk menjelajah Pananjung. Pesona pantai, kawasan cagar alam, goa, dan berbagai legenda nan mistis, siap menyambut pengunjung. Beruntunglah Pananjung berada di sebelah selatan Jawa. Kawasan ini memang terkenal sebagai pemilik kawasan pantai yang cantik. Pantainya landai, airnya jernih, dan hamparan pasirnya putih.

Bermain Angklung, Yuk..!

Pendidikan Bermain Angklung, Yuk..! Penduduk pribumi memainkan angklung untuk membangkitkan jiwa nasionalisme mereka melawan penjajah. Angklung, alat musik asal Jawa Barat, merupakan warisan budaya milik bangsa Indonesia yang tak ternilai harganya. Nah, sebagai generasi penerus, kalian berkewajiban menjaga dan melestarikan alat musik yang terbuat dari bambu itu. Caranya, selain memahami lebih dalam mengenai berbagai hal terkait angklung, kalian dapat belajar memainkannya. Asyik, bukan? 

Ajengan Nuh Karang Kitab Sunda

Sumber: http://www.nu.or.id Ajengan Nuh Karang Kitab Sunda Dari tangan Ajengan KH Muhammad Nuh Ad-Dawami Garut, Jawa Barat, mengalir puluhan karya tulis. Umumnya menggunakan bahasa Sunda, tapi ada juga yang berbahasa Arab dan Indonesia.  Penggunaan abjadnya ada yang berhuruf Latin, umumnya Arab Pegon. Sementara bentuk penulisannya, ada yang naratif, juga nadzom. Secara umum, karya-karya itu bernuansa tasawuf dan tauhid, di samping beberapa kitab fiqih.  Menurut puteri ketiga Ajengan Nuh, Ai Sadidah, ada sekitar 50 buah. “Setiap bulan puasa, pasti melahirkan karya tulis. Dan kitab itulah yang akan dikaji selama sebulan,” katanya di kediaman Ajengan Nuh, Garut, Senin (11/2) lalu. Uniknya, karya-karya pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Cisurupan Garut terus itu masih ditulis tangan.

H Atang, Penunjang Kitab Pesantren 3 Kecamatan

H Atang, Penunjang Kitab Pesantren 3 Kecamatan Subang,  NU Online    Jika kita bertanya kepada para santri, “Dimana mendapatkan kitab-kitab kuning?” Tanpa berpikir panjang dan merenung berlama-lama, santri tersebut akan menjawab “di Haji Atang”.  Jawaban tersebut akan muncul jika bertanya kepada santri-santri di tiga kecamatan Kabupaten Subang, yaitu Kalijati, Patokbeusi, dan Purwadadi. Ada juga dari Kecamatan Pabuaran dan Cikaum.