Langsung ke konten utama

25 Situs yang Mau Membayar Tulisan Blogger


25 Situs yang Mau Membayar Tulisan Blogger


Motivasi seseorang ngeblog bisa berbeda-beda. Karena hobi, menjalin silaturahim, atau sekedar mencurahkan uneg-uneg misalnya, dapat menjadi pemicunya. Jika kegiatan ngeblog itu kemudian dibayar, mau nggak? Ada 25 situs di internet yang terbukti sudah membayar dan bersedia melakukan itu.

Bagi yang hobi menulis, kegiatan ngeblog sangat menyenangkan karena sebagian besar yang dilakukan blogger memang menulis. Jangankan dibayar, mengeluarkan biaya untuk ke warnet saja dengan senang hati dilakukan.
Berikut ini situs-situs yang mau membayar kita para blogger. Mau anda apakan, silakan. Sebagai media berlatih menulis sambil mencari uang boleh, dijadikan sumber penghasilan tambahan juga sah-sah saja. Yang perlu diketahui, tidak semua situs mau menerima tulisan berbahasa Indonesia. Situs yang mau di antaranya Review MeShvoongSponsored ReviewsBlogsvertise, dan satu situs lokal ReviewMu.
  1. Review Me
  2. Shvoong
  3. Sponsored Reviews
  4. Blogsvertise
  5. ReviewMu (situs lokal)
  6. Link Post
  7. Smorty
  8. PayPerPost
  9. 451 Press
  10. Be A Guide (About.com)
  11. BlogBurner
  12. Bloggerwave
  13. Blogitive
  14. Blog To Profit
  15. BOTW Media
  16. Creative Weblogging
  17. DayTipper
  18. Digital Journal
  19. Helium
  20. In Blog Ads
  21. LoudLaunch
  22. Squidoo
  23. Weblogs Inc
  24. b5media
  25. Wise Bread

Postingan populer dari blog ini

Ajengan Nuh Karang Kitab Sunda

Sumber: http://www.nu.or.id Ajengan Nuh Karang Kitab Sunda
Dari tangan Ajengan KH Muhammad Nuh Ad-Dawami Garut, Jawa Barat, mengalir puluhan karya tulis. Umumnya menggunakan bahasa Sunda, tapi ada juga yang berbahasa Arab dan Indonesia. 
Penggunaan abjadnya ada yang berhuruf Latin, umumnya Arab Pegon. Sementara bentuk penulisannya, ada yang naratif, juga nadzom. Secara umum, karya-karya itu bernuansa tasawuf dan tauhid, di samping beberapa kitab fiqih. 
Menurut puteri ketiga Ajengan Nuh, Ai Sadidah, ada sekitar 50 buah. “Setiap bulan puasa, pasti melahirkan karya tulis. Dan kitab itulah yang akan dikaji selama sebulan,” katanya di kediaman Ajengan Nuh, Garut, Senin (11/2) lalu.
Uniknya, karya-karya pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Cisurupan Garut terus itu masih ditulis tangan.

Mbah Salman, Mursyid Bersahaja nan Kharismatik Wafat

Duka masih menggelayuti lingkungan Pesantren Al-Manshur Popongan Tegalgondo Wonosari Klaten. Pengasuh pesantren tersebut, KH M Salman Dahlawi wafat, Selasa (27/8) pukul 17.45 WIB, dalam usia 78 tahun. Kepergiannya membawa duka yang mendalam bagi banyak pihak, khususnya bagi kalangan Jam’iyyah Thariqah
Mbah Salman, begitu dia biasa dipanggil oleh para santrinya, merupakan mursyid Thariqah Naqsabandiyyah-Khalidiyyah. Saat ini, dia juga tercatat menjadi anggota Majelis Ifta’ (Majelis Fatwa) di Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN). Selama hidup beliau juga pernah menjabat sebagai Mustasyar di Nahdlatul Ulama (NU).

H Atang, Penunjang Kitab Pesantren 3 Kecamatan

H Atang, Penunjang Kitab Pesantren 3 Kecamatan
Subang, NU Online
Jika kita bertanya kepada para santri, “Dimana mendapatkan kitab-kitab kuning?” Tanpa berpikir panjang dan merenung berlama-lama, santri tersebut akan menjawab “di Haji Atang”. 

Jawaban tersebut akan muncul jika bertanya kepada santri-santri di tiga kecamatan Kabupaten Subang, yaitu Kalijati, Patokbeusi, dan Purwadadi. Ada juga dari Kecamatan Pabuaran dan Cikaum.