Langsung ke konten utama

Peluncuran Buku:Perang Bintang 2014




Pemilu 2014 sudah di depan mata. Genderang perang telah ditabuh. Dana triliunan rupiah dipertaruhkan. Inilah pertandingan politik yang paling seru. Kemunculan sejumlah gejala elektoral baru: merebaknya fenomena “emoh partai” atau deparpolisasi, semakin kencangnya perang media, dan semakin besarnya proporsi pemilih mengambang (swing voters) menjadikan pertandingan politik ini semakin ditunggu, terlebih dengan tampilnya bintang-bintang baru calon presiden nonpartai yang diharapkan membawa harapan baru. 

Kita pasti menanti-nanti bagaimana akhir dari pertarungan politik ini. Kita pun bertanya-tanya adakah bintang politik baru yang bersinar di tengah iklim kepartaian yang bernuansa oligarki dan transaksional saat ini. 

Penerbit Noura books akan merilis buku PERANG BINTANG 2014: Konstelasi dan Prediksi Pemilu dan Pilpres, pada Kamis, 21 Februari 2013, pukul 14.00-16.00 WIB di Aula Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Selain dihadiri oleh Burhanuddin Muhtadi dan Prof. Komaruddin Hidayat sebagai narasumber, acara yang akan dipandu oleh Tina Talisa ini akan dihadiri pula oleh calon pemimpin yang diprediksi akan dicalonkan pada pemilu dan pilpres 2014: Dahlan Iskan, Jusuf Kalla, dan Jend. (Purn) Endiartono Sutarto.

Salam,
Noura Books

Postingan populer dari blog ini

Ajengan Nuh Karang Kitab Sunda

Sumber: http://www.nu.or.id Ajengan Nuh Karang Kitab Sunda
Dari tangan Ajengan KH Muhammad Nuh Ad-Dawami Garut, Jawa Barat, mengalir puluhan karya tulis. Umumnya menggunakan bahasa Sunda, tapi ada juga yang berbahasa Arab dan Indonesia. 
Penggunaan abjadnya ada yang berhuruf Latin, umumnya Arab Pegon. Sementara bentuk penulisannya, ada yang naratif, juga nadzom. Secara umum, karya-karya itu bernuansa tasawuf dan tauhid, di samping beberapa kitab fiqih. 
Menurut puteri ketiga Ajengan Nuh, Ai Sadidah, ada sekitar 50 buah. “Setiap bulan puasa, pasti melahirkan karya tulis. Dan kitab itulah yang akan dikaji selama sebulan,” katanya di kediaman Ajengan Nuh, Garut, Senin (11/2) lalu.
Uniknya, karya-karya pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Cisurupan Garut terus itu masih ditulis tangan.

Mbah Salman, Mursyid Bersahaja nan Kharismatik Wafat

Duka masih menggelayuti lingkungan Pesantren Al-Manshur Popongan Tegalgondo Wonosari Klaten. Pengasuh pesantren tersebut, KH M Salman Dahlawi wafat, Selasa (27/8) pukul 17.45 WIB, dalam usia 78 tahun. Kepergiannya membawa duka yang mendalam bagi banyak pihak, khususnya bagi kalangan Jam’iyyah Thariqah
Mbah Salman, begitu dia biasa dipanggil oleh para santrinya, merupakan mursyid Thariqah Naqsabandiyyah-Khalidiyyah. Saat ini, dia juga tercatat menjadi anggota Majelis Ifta’ (Majelis Fatwa) di Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN). Selama hidup beliau juga pernah menjabat sebagai Mustasyar di Nahdlatul Ulama (NU).

Penelitian Arkeolog, Bogor Pusat Peradaban Dunia

Mahasiswa arkeologi dari Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung meneliti Situs Gunung Sodong di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, sebagai kawasan pusat peradaban dunia. “Untuk masalah keilmuan kami serahkan kepada para ahlinya, seperti kawan-kawan dari arkeologi UI dan ITB (untuk membuktikannya), karena kami meyakini Bogor adalah pusat peradaban dunia,” kata Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturachman saat menyambut calon-calon arkeolog muda itu di Cibinong, Senin.