Langsung ke konten utama

Manfaat Cabe Bagi Kesehatan


Kesehatan

Manfaat Cabe Bagi Kesehatan

CABE merupakan tanaman perdu berasal dari wilayah Amerika. Tanaman ini menyukai daerah kering mulai 0,5 meter di atas permukaan laut dengan manfaat yang segudang bagi kesehatan.

Tanaman ini sering tumbuh ditepi tegalan atau tanah kosong. Batangnya berbuku-buku, bagian atasnya bersudut dan tidak berbulu. Tinggi pohon ini 500-100 cm berdaun tunggal berbentuk bulat telur dengan meruncing pada bagian ujungnya. Umumnya daun memiliki panjang 5 sampai 9,5 cm dan lebar 1,5 sampai 5,5 cm.
Bunganya keluar dari ketiak daun, tunggal atau dua sampai tiga bunga. Letaknya berdekatan, mahkota bunga berbentuk bintang berwarna putih, kehijau-hijauan dan ungu.

Buahnya tegak kadang-kadang merunduk dan bentuknya bulat telur memanjang lurus atau bengkok dengan merunding di bagian ujung. Panjang buah mencapai 2,5 sampai 12,5 cm dengan lebar 1-3cm.

Buah muda berwarna hijau tua ada pula putih kehijauan. Jika buahnya matang berwarna merah terang dan bijinya banyak berwarna kuning kotor. Buah cabe sering digunakan untuk membuat sayur, bumbu masakan, acar atau asinan. Sedangkan daunnya bisa dilalap.

Daun cabe berkhasiat mengatasi sakit perut, bisul, dan lain-lain. Akar cabe berkhasiat mengatasi sakit kepala, kaki dan tangan lemas, urat syaraf lemah, dan lain-lain. Buah cabe berkhasiat mengatasi sakit gigi, rambut rontok, rematik, bau badan, mual, demam, wasir, melancarkan pencernaan, dan lain-lain. Biji cabe mengatasi desentri, diare, dan lain-lain.

Seluruh tanaman cabe berkhasiat mengatasi masuk angin, cacingan, beri-beri, colera, lemah sahwat, bronchitis, ashma, sinusitis, influensa, mempermudah proses persalinan, peluruh keringat, peluruh air liur, peluruh air kemih, menambah napsu makan, dan lain-lain.

Untuk penyembuhan segala penyakit perlu meracik biji cabe dengan benar serta menyampurnya dengan bahan lain secara tepat. *(red)


Sumber : http://bogornews.com/

Postingan populer dari blog ini

Ajengan Nuh Karang Kitab Sunda

Sumber: http://www.nu.or.id Ajengan Nuh Karang Kitab Sunda
Dari tangan Ajengan KH Muhammad Nuh Ad-Dawami Garut, Jawa Barat, mengalir puluhan karya tulis. Umumnya menggunakan bahasa Sunda, tapi ada juga yang berbahasa Arab dan Indonesia. 
Penggunaan abjadnya ada yang berhuruf Latin, umumnya Arab Pegon. Sementara bentuk penulisannya, ada yang naratif, juga nadzom. Secara umum, karya-karya itu bernuansa tasawuf dan tauhid, di samping beberapa kitab fiqih. 
Menurut puteri ketiga Ajengan Nuh, Ai Sadidah, ada sekitar 50 buah. “Setiap bulan puasa, pasti melahirkan karya tulis. Dan kitab itulah yang akan dikaji selama sebulan,” katanya di kediaman Ajengan Nuh, Garut, Senin (11/2) lalu.
Uniknya, karya-karya pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Cisurupan Garut terus itu masih ditulis tangan.

Mbah Salman, Mursyid Bersahaja nan Kharismatik Wafat

Duka masih menggelayuti lingkungan Pesantren Al-Manshur Popongan Tegalgondo Wonosari Klaten. Pengasuh pesantren tersebut, KH M Salman Dahlawi wafat, Selasa (27/8) pukul 17.45 WIB, dalam usia 78 tahun. Kepergiannya membawa duka yang mendalam bagi banyak pihak, khususnya bagi kalangan Jam’iyyah Thariqah
Mbah Salman, begitu dia biasa dipanggil oleh para santrinya, merupakan mursyid Thariqah Naqsabandiyyah-Khalidiyyah. Saat ini, dia juga tercatat menjadi anggota Majelis Ifta’ (Majelis Fatwa) di Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN). Selama hidup beliau juga pernah menjabat sebagai Mustasyar di Nahdlatul Ulama (NU).

Penelitian Arkeolog, Bogor Pusat Peradaban Dunia

Mahasiswa arkeologi dari Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung meneliti Situs Gunung Sodong di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, sebagai kawasan pusat peradaban dunia. “Untuk masalah keilmuan kami serahkan kepada para ahlinya, seperti kawan-kawan dari arkeologi UI dan ITB (untuk membuktikannya), karena kami meyakini Bogor adalah pusat peradaban dunia,” kata Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturachman saat menyambut calon-calon arkeolog muda itu di Cibinong, Senin.