Langsung ke konten utama

Fatayat Nahdlatul Ulama Adakan Rakernas di Lembang

Fatayat Nahdlatul Ulama Adakan Rakernas di Lembang

NGAMPRAH, (PRLM).- Pucuk Pimpinan (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) mengadakan rapat kerja nasional (Rakernas) di Balai Besar Penempatan dan Perluasan Kerja (BPPK) Lembang, Bandung Barat, Kamis (21/2/13).

Rencananya Rakernas yang akan berlangsung sampai Minggu (24/2/13) dihadiri Menakertrans H. Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) NU KH. Said Agiel Siradj.

Menurut Ketua PP Fatayat NU, Hj. Ida Fauziah, Rakernas akan membahas berbagai program kerja Fatayat NU untuk tahun-tahun mendatang. "Rakernas juga mengevaluasi program-program yang telah dilaksanakan Fatayat NU setahun terakhir ini," katanya.

Rakernas dihadiri para Pengurus Wilayah (PW) Fatayat NU seluruh Indonesia. "Fatayat NU sebagai badan otonom NU tetap sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang peduli dengan kondisi kaum perempuan," katanya.(A-71/A-108)***

Postingan populer dari blog ini

Ajengan Nuh Karang Kitab Sunda

Sumber: http://www.nu.or.id Ajengan Nuh Karang Kitab Sunda
Dari tangan Ajengan KH Muhammad Nuh Ad-Dawami Garut, Jawa Barat, mengalir puluhan karya tulis. Umumnya menggunakan bahasa Sunda, tapi ada juga yang berbahasa Arab dan Indonesia. 
Penggunaan abjadnya ada yang berhuruf Latin, umumnya Arab Pegon. Sementara bentuk penulisannya, ada yang naratif, juga nadzom. Secara umum, karya-karya itu bernuansa tasawuf dan tauhid, di samping beberapa kitab fiqih. 
Menurut puteri ketiga Ajengan Nuh, Ai Sadidah, ada sekitar 50 buah. “Setiap bulan puasa, pasti melahirkan karya tulis. Dan kitab itulah yang akan dikaji selama sebulan,” katanya di kediaman Ajengan Nuh, Garut, Senin (11/2) lalu.
Uniknya, karya-karya pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Cisurupan Garut terus itu masih ditulis tangan.

Mbah Salman, Mursyid Bersahaja nan Kharismatik Wafat

Duka masih menggelayuti lingkungan Pesantren Al-Manshur Popongan Tegalgondo Wonosari Klaten. Pengasuh pesantren tersebut, KH M Salman Dahlawi wafat, Selasa (27/8) pukul 17.45 WIB, dalam usia 78 tahun. Kepergiannya membawa duka yang mendalam bagi banyak pihak, khususnya bagi kalangan Jam’iyyah Thariqah
Mbah Salman, begitu dia biasa dipanggil oleh para santrinya, merupakan mursyid Thariqah Naqsabandiyyah-Khalidiyyah. Saat ini, dia juga tercatat menjadi anggota Majelis Ifta’ (Majelis Fatwa) di Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN). Selama hidup beliau juga pernah menjabat sebagai Mustasyar di Nahdlatul Ulama (NU).

Penelitian Arkeolog, Bogor Pusat Peradaban Dunia

Mahasiswa arkeologi dari Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung meneliti Situs Gunung Sodong di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, sebagai kawasan pusat peradaban dunia. “Untuk masalah keilmuan kami serahkan kepada para ahlinya, seperti kawan-kawan dari arkeologi UI dan ITB (untuk membuktikannya), karena kami meyakini Bogor adalah pusat peradaban dunia,” kata Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturachman saat menyambut calon-calon arkeolog muda itu di Cibinong, Senin.