Langsung ke konten utama

LKNU Pusat; Adakan Pelatihan Dukungan ODHA

Yogyakarta, NU Online
Lembaga Kesehatan Nahdhatul Ulama (LKNU) Pusat mengadakan pelatihan “Peer Support Dukungan ODHA”. Pelatihan ini ditujukan untuk “pendukung sebaya”. Yakni yang mendampingi teman-teman yang “positif” atau Orang Dengan HIV & AIDS (ODHA).

Pelatihan ini diselenggarakan pada Senin- Jum’at, 21 – 25 April 2014 di Hotel Grand Tjokro, Jl. Gejayan 37, Yogyakarta. LKNU menggandeng Yayasan Spiritia dalam menyelenggarakan pelatihan tersebut.


“Pesertanya berasal dari berbagai provinsi, misalnya dari Jambi, Sumatra Barat dan Nusa Tenggara Barat. Ada 41 orang yang mewakili dari LSM Lokal yang bergerak dalam pendampingan ODHA di masing-masing daerah,“ kata Bahrul Ulum, Koordinator Nasional Program Penanggulangan HIV/ AIDS tersebut.
Ulum juga mengatakan bahwa pelatihan kali ini merupakan pelatihan yang ketiga. Pertama pernah dilaksanakan di Yogyakarta dan Pontianak. Kemudian pelatihan keduanya di Jakarta. Pelatihan ketiga ini paralel dengan yang di Jakarta. Acara yang di Jakarta itu ditujukan untuk Konselornya, sedangkan saat ini pendampingnya.

“Acara serupa diagendakan secara berkala dalam beberapa gelombang. Rencananya ada sekitar 270-an sasaran yang harus dilatih. Semuanya tersebar dalam 21 provinsi se-Indonesia,” lanjutnya.

Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama LKNU Pusat dengan Yayasan Spiritia. Lembaga yang concern dalam mendampingi ODHA di Indonesia. “Mereka sudah mempunyai wilayah di semua provinsi. Kita dibantu mulai dari fasilitator sampai modul itu dari mereka semua,” jelas Ulum.(suhendra/mukafi niam)

Postingan populer dari blog ini

Ajengan Nuh Karang Kitab Sunda

Sumber: http://www.nu.or.id Ajengan Nuh Karang Kitab Sunda
Dari tangan Ajengan KH Muhammad Nuh Ad-Dawami Garut, Jawa Barat, mengalir puluhan karya tulis. Umumnya menggunakan bahasa Sunda, tapi ada juga yang berbahasa Arab dan Indonesia. 
Penggunaan abjadnya ada yang berhuruf Latin, umumnya Arab Pegon. Sementara bentuk penulisannya, ada yang naratif, juga nadzom. Secara umum, karya-karya itu bernuansa tasawuf dan tauhid, di samping beberapa kitab fiqih. 
Menurut puteri ketiga Ajengan Nuh, Ai Sadidah, ada sekitar 50 buah. “Setiap bulan puasa, pasti melahirkan karya tulis. Dan kitab itulah yang akan dikaji selama sebulan,” katanya di kediaman Ajengan Nuh, Garut, Senin (11/2) lalu.
Uniknya, karya-karya pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Cisurupan Garut terus itu masih ditulis tangan.

Mbah Salman, Mursyid Bersahaja nan Kharismatik Wafat

Duka masih menggelayuti lingkungan Pesantren Al-Manshur Popongan Tegalgondo Wonosari Klaten. Pengasuh pesantren tersebut, KH M Salman Dahlawi wafat, Selasa (27/8) pukul 17.45 WIB, dalam usia 78 tahun. Kepergiannya membawa duka yang mendalam bagi banyak pihak, khususnya bagi kalangan Jam’iyyah Thariqah
Mbah Salman, begitu dia biasa dipanggil oleh para santrinya, merupakan mursyid Thariqah Naqsabandiyyah-Khalidiyyah. Saat ini, dia juga tercatat menjadi anggota Majelis Ifta’ (Majelis Fatwa) di Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN). Selama hidup beliau juga pernah menjabat sebagai Mustasyar di Nahdlatul Ulama (NU).

Penelitian Arkeolog, Bogor Pusat Peradaban Dunia

Mahasiswa arkeologi dari Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung meneliti Situs Gunung Sodong di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, sebagai kawasan pusat peradaban dunia. “Untuk masalah keilmuan kami serahkan kepada para ahlinya, seperti kawan-kawan dari arkeologi UI dan ITB (untuk membuktikannya), karena kami meyakini Bogor adalah pusat peradaban dunia,” kata Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturachman saat menyambut calon-calon arkeolog muda itu di Cibinong, Senin.